Making Higher Education Open To All  mail
 

Program Pascasarjana UT di World Post Graduate Expo 2017

Angka Partisipasi Kasar (APK) masyarakat Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi memang belum tinggi. Namun, jika dibanding dengan satu dekade lalu, APK saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat terhadap penerimaan mahasiswa baru di setiap tahunnya. Tak hanya terbatas pada jenjang strata 1 atau sarjana, jenjang pascasarjana kini juga diburu oleh banyak kalangan khususnya generasi muda yang saat ini sendang haus dengan pendidikan tinggi.

Berkaca dari fenomena tersebut, saat ini banyak sekali acara pameran yang bertujuan memperkenalkan berbagai perguruan tinggi dengan berbagai keunggulannya. Kali ini, Universitas Terbuka (UT) berpartisipasi dalam World Post Graduate Expo 2017 yang menggambil lokasi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran tersebut diikuti oleh lebih dari 50 perguruan tinggi dari 11 negara ini digelar selama 2 hari di akhir minggu, 20-21 Mei 2017. Sesuai namanya, pameran ini khusus untuk memperkenalkan berbagai program studi khususnya pada jenjang pascasarjana baik  dari dalam maupun luar negeri.

Keikutsertaan Program Pascasarjana  UT dalam pameran ini  untuk menawarkan Program Magister, diantaranya Magister Ilmu Administrasi bidang minat Administrasi Publik; Magister Manajemen bidang minat Manajemen Keuangan, Pemasaran, dan Sumber Daya Manusia; Magister Ilmu Kelautan bidang minat Manajemen Perikanan; Magister Pendidikan Matematika, Magister Pendidikan Dasar; Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Advance Course Program in ASEAN Studies.

Dengan diadakannya acara ini, masyarakat Indonesia khususnya generasi muda diharapkan dapat lebih antusias untuk melanjutkan pendidikannya. Ditambah lagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana jumlah populasi manusia usia produktif Indonesia jauh lebih banyak daripada manusia usia non-produktif. Momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2030 tidak akan berhasil dicapai dengan sempurna jika Indonesia tidak siap dalam menghadapi persaingan global, khususnya persaingan sumber daya manusia.