TANGERANG SELATAN, 7 Oktober 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (SPs UT) menyelenggarakan The 3rd International Conference on Forum for University Scholars in Interdisciplinary Opportunities and Networking (FUSION) 2026 pada Rabu (7/10/2026) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Mengusung tema “Integrating Knowledge, Driving Impact: Interdisciplinary Innovation and Industry Collaboration for a Sustainable Future”, konferensi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin serta mendorong riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Diselenggarakan secara hibrida, FUSION 2026 melibatkan 32 perguruan tinggi sebagai co-host dan diikuti sekitar 230 peserta, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SPs UT dalam memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, serta mitra nasional dan internasional.
Konferensi dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dengan sambutan dari Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Sesi utama menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., sebagai keynote speaker, serta Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi BRIN, Prof. Edy Giri Rachman Putra, Ph.D., yang turut memberikan perspektif mengenai penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.
Dalam pembahasannya, FUSION 2026 menyoroti pentingnya mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai bidang agar mampu menjawab persoalan yang semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI), transformasi digital, ketahanan pangan, pendidikan, kebijakan publik, hingga pembangunan berkelanjutan menjadi isu yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan kontribusi berbagai disiplin ilmu.
Pesan utama konferensi ini menegaskan bahwa keberhasilan riset tidak cukup diukur dari publikasi ilmiah atau temuan akademik semata. Hasil penelitian perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat diterapkan, dimanfaatkan, dan menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan industri menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kontribusi riset terhadap pembangunan nasional.
Direktur SPs UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi yang melibatkan berbagai institusi. Melalui FUSION 2026, SPs UT mendorong pengembangan jejaring yang tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga membuka peluang kerja sama penelitian yang lebih konkret dan berkelanjutan, termasuk dengan BRIN dan perguruan tinggi mitra.
Perspektif internasional turut memperkaya diskusi melalui kehadiran para akademisi dari berbagai negara. Prof. Siong Hook Law dari Universiti Putra Malaysia dan Prof. Sompong O-Thong dari Mahidol University, Thailand, memberikan perspektif mengenai transformasi bisnis, teknologi, kecerdasan artifisial, dan inovasi berkelanjutan. Sementara itu, Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D., dari Universitas Terbuka, serta Peter Crosthwaite, Ph.D., dari The University of Queensland, Australia, memperkuat pembahasan mengenai inovasi pendidikan, pembelajaran sepanjang hayat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pembahasan dalam FUSION 2026 mencakup empat subtema utama, yaitu Sustainable Business, Digital Transformation, and Economic Resilience; Emerging Technologies, Artificial Intelligence, and Sustainable Innovation; Governance, Public Policy, and Social Transformation for Sustainable Development; serta Innovative Education, Lifelong Learning, and Human Capital Development. Keempat subtema tersebut mencerminkan komitmen forum untuk mempertemukan berbagai keahlian dalam merespons tantangan masa kini dan masa depan.
Selain menjadi ruang diseminasi pengetahuan, FUSION 2026 juga membuka peluang publikasi bagi hasil penelitian melalui jurnal terindeks Scopus dan jurnal terindeks SINTA. Kesempatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperluas jangkauan hasil penelitian para akademisi dan peneliti.
Melalui penyelenggaraan FUSION 2026, Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka menegaskan perannya dalam memperkuat jejaring akademik, mendorong riset lintas disiplin, dan membangun kolaborasi yang berorientasi pada dampak. Ke depan, SPs UT berharap forum ini dapat menjadi pijakan bagi terbentuknya kemitraan penelitian yang berkelanjutan, sehingga pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Sumber media lainnya:
📍 https://www.ut.ac.id/berita/2026/10/riset-harus-berdampak-ut-dan-brinperkuat-kolaborasi-di-fusion-2026/
📍 https://beritakota.id/ut-gelar-fusion-2026-dorong-riset-berbasis-ai-dan-kolaborasi-industri-untuk-masa-depan-berkelanjutan/
📍 https://jakartaglobe.id/special-updates/uts-fusion-2026-zeroes-in-lifelong-learning-and-ai#goog_rewarded
📍 https://news.republika.co.id/berita/tmkzkc416/ut-gandeng-peneliti-kembangkan-riset-lintas-disiplin
📍 https://indoposco.id/2026/10/07/ut-dan-brin-perkuat-kolaborasi-riset-dorong-inovasi-indonesia-menuju-negara-maju/