Skip to main content

Sekolah Pascasarjana

Kuliah Umum MIAP UT Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Transformasi Manajemen Publik dan Pemerintahan Berkelanjutan

Tangerang Selatan, 19 September 2026 – Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP), Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, menyelenggarakan Kuliah Umum MIAP UT 2026 pada Sabtu (19/9) secara hybrid. Kegiatan mengangkat tema “Transformasi Manajemen Publik: Sinergi Akademik dan Praktik Pemerintahan Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Inovatif, Adaptif, dan Berkelanjutan”, dengan subtema “Pemerintahan Berkelanjutan (Sustainable Governance) melalui Pemanfaatan Teknologi Digital dan Inovasi Publik.”

Kegiatan diikuti oleh 125 mahasiswa MIAP Universitas Terbuka secara daring melalui Zoom Meetings serta sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo secara luring. Forum ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif perguruan tinggi dengan pengalaman praktis pemerintahan daerah dalam merespons perkembangan manajemen publik dan transformasi digital.

Kuliah umum dibuka oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., dan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor UT menekankan pentingnya membangun ruang dialog antara akademisi dan praktisi pemerintahan agar pembelajaran administrasi publik semakin relevan dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan.

Kuliah umum menghadirkan Dr. H. Aminuddin, Sp. Og. K.Obginsos, M.Kes, Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, dan Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., Dekan FISIP Universitas Jenderal Soedirman, sebagai narasumber. Melalui diskusi bersama kedua narasumber, kuliah umum ini menjadi ruang dialog antara perspektif akademik dan pengalaman praktis pemerintahan daerah dalam merespons perubahan lingkungan pemerintahan yang semakin kompleks.

Kehadiran kepala daerah sebagai praktisi memberikan perspektif langsung mengenai dinamika pengelolaan pemerintahan daerah. Melalui paparan dan diskusi bersama narasumber, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam melakukan transformasi manajemen publik, menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan, serta memahami faktor yang mendukung keberhasilan inovasi publik.

Menariknya, Walikota Probolinggo, Dr. H. Aminuddin, turut mengajak jajaran Pemerintah Kota Probolinggo untuk berpartisipasi dalam kegiatan kuliah umum tersebut. Keterlibatan jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan akademik seperti ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Bagi Program Studi MIAP Universitas Terbuka, interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan knowledge, policy, dan practice, sehingga pembelajaran administrasi publik tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi juga terhubung dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan di lapangan.

Dari perspektif akademik, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si. mengarahkan mahasiswa melihat praktik tersebut melalui kerangka konseptual dan kajian administrasi publik. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami inovasi sebagai penerapan teknologi baru, tetapi juga melihat mengapa sebuah inovasi dibutuhkan, bagaimana inovasi dirancang dan diimplementasikan, serta bagaimana dampaknya terhadap kualitas tata kelola dan pelayanan publik.

Melalui kuliah umum ini, MIAP Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ruang akademik yang mempertemukan sivitas akademika, pemerintah, dan pemangku kepentingan publik. Forum semacam ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa dan peserta mengenai tantangan transformasi manajemen publik sekaligus memperkuat kapasitas dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.