Skip to main content

Sekolah Pascasarjana

Dua Kampus, Satu Visi: SPs UT dan FISIP Untag Surabaya Bersinergi Perkuat Mutu Program Doktor Administrasi Publik

Surabaya, 17 September 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (SPs UT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan berlangsung Kamis (17/9/2026) di FISIP Untag Surabaya, menandai babak baru kolaborasi dua institusi yang memiliki kesamaan visi untuk maju bersama. 

Pilihan UT menggandeng Untag Surabaya bukan tanpa alasan. Untag Surabaya berakreditasi Unggul dan telah menghasilkan lebih dari 300 doktor ilmu administrasi, rekam jejak yang menjadi modal penting sekaligus bukti kematangan akademik bagi pengembangan Program Doktor Administrasi Publik (DAP) UT. Kesamaan bidang keilmuan antara kedua institusi membuat kolaborasi ini langsung menyentuh inti pekerjaan akademik, bukan sekadar kerja sama administratif. 

Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UT, Dr. Florentina Ratih Wulandari, S.IP., M.Si., mengungkapkan bahwa pemilihan Untag Surabaya didasari pertimbangan matang. “Kami memilih Untag Surabaya karena kesamaan visi dan rekam jejak akademiknya yang teruji. Kolaborasi ini akan memperkuat mutu Program Doktor Administrasi Publik UT,” ujarnya. Senada dengan itu, Wakil Direktur II Bidang Nonakademik SPs UT, Dr. Shine Pintor Siolemba Patiro, S.T., M.M., menegaskan pentingnya menindaklanjuti kesepakatan ini secara nyata, dan berharap komitmen dalam Implementation Arrangement (IA) segera direalisasikan dan diimplementasikan, bukan berhenti sebagai dokumen seremonial. Harapan senada disampaikan Dekan FISIP Untag Surabaya, Prof. Dr. V. Rudy Handoko, M.S., yang menyebut kerja sama ini sebagai langkah bersama untuk maju, saling menguatkan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Komitmen menjaga mutu diwujudkan melalui mekanisme konkret. Kedua program studi sepakat saling berperan sebagai pembahas dan penguji ahli pada seluruh tahapan disertasi, mulai dari seminar proposal, seminar hasil penelitian, ujian kelayakan, dan ujian tertutup, hingga ujian promosi doktor. Pengujian silang oleh pakar dari institusi mitra ini memberi lapisan penilaian yang lebih independen dan menjaga kredibilitas disertasi. Dosen kedua pihak juga akan saling menelaah bahan ajar dan soal ujian, melaksanakan tutorial mata kuliah program doktor, menyelenggarakan kuliah umum dan seminar akademik, serta membimbing mahasiswa doktor secara bersama-sama. 

Di bidang penelitian, kedua pihak akan menyusun agenda riset bersama tentang administrasi publik dan administrasi negara, berkolaborasi dalam penelitian dosen maupun mahasiswa, serta menulis artikel bersama untuk jurnal nasional dan internasional bereputasi. Buku ajar, modul, dan referensi akademik juga direncanakan disusun bersama. Hasil riset selanjutnya diterapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab persoalan publik dan tata kelola pemerintahan, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang diusung UT. 

Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) bertajuk Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Implementasi Kampus Berdampak, ditandatangani Direktur SPs UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., dan Dekan FISIP Untag Surabaya, Prof. Dr. V. Rudy Handoko, M.S. Pelaksanaannya diatur dalam IA yang ditandatangani Ketua Program Studi DAP UT, Dr. Florentina Ratih Wulandari, S.IP., M.Si., dan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Administrasi Untag Surabaya, Prof. Dr. Agus Sukristyanto, M.S. Penandatanganan turut dihadiri Wakil Direktur II Bidang Nonakademik SPs UT, Dr. Shine Pintor Siolemba Patiro, S.T., M.M., bersama tim kerja sama SPs UT, Dr. Ivan Budi Susetyo, SAP., M.Si., dan Vicha Dwi Sina, S.Ak., serta disaksikan para ketua program studi, kepala laboratorium, dan jajaran FISIP Untag Surabaya. 

Kerja sama ini berlaku tiga tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berharap terwujud pengujian dan pembimbingan disertasi yang lebih kuat, bahan ajar bersama, peningkatan riset dan pengabdian, bertambahnya publikasi ilmiah, serta jejaring akademik yang berkelanjutan, sehingga keduanya dapat saling menguatkan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada rumpun ilmu administrasi.